ARTIKEL LAINNYA :

Home » » SAWARNA DAN HARAPAN

SAWARNA DAN HARAPAN

Written By Adie Bungsu on Saturday, 7 February 2015 | 08:03:00

ANTARA SAWARNA DAN HARAPAN

        Tidak dipungkiri lagi, sawarna tengah menjadi magnet bagi para pecinta traveling,   bisa di lihat dari animo kunjungan  perminggunya,    tentu saja ini menjadi salah satu income/pendapatan bagi pemerintahan desa,  dan juga masyarakat sekitar. Bisa kita temui  kios-kios semakin meramaikan tepian  pesisir pantai,   siapa sangka dulunya Sawarna hanya sebuah desa yang terpencil, jauh dari keramaian,  dengan kemajemukan masyarakat dulu bertani dan nelayan,  kini sawarna telah jadi kiblatnya pecinta wisata, masyarakatpun seakan tertimpa runtuhan buah duren, peluang mengais rizki semakin terbuka, dari kios hingga villa mereka dirikan untuk mengakomodasi luapan wisatawan yang datang,  
tentu saja bukan tidak pula menyebabkan akibat lain, banyak sampah  sisa pengunjung menyesakan, juga begitu tendentif sekali  cara “masyarakat memperkaya diri sendiri”   tanpa mengindahkan akibat lain, penulis sering menyampaikan dalam ruang publik, bahwa lebih baik “1 sent perhari” daripada “10 sent sehari 


penulis sekaligus promotor wisata sawarna(pendiri komunitas terbesar wisata sawarna ini), mengadakan survei,di mulai tanggal 04 desember 2014 sampai 05 januari 2015  dan dari 100 orang wisatawan hanya 5% yang pernah kesawarna melebihi 1 kali,  

dari data berikut ada dua kemungkinan,  Sangat tinggi nya jumlah wisatawan baru ke sawarna

2.       Atau adanya rasa kapok bagi pengunjung yang telah datang ke sawarna
Semua kemungkinan bisa terjadi, sangat bersyukur jika memang dalam survei tersebut memang benar point pertama,
Tapi bagaimana jika ternyata kemungkinan survei yang kedua yang tengah terjadi ??...
Di sinilah wisata Sawarna semakin di uji kematangannya dalam mengelola pariwisata terbaik provinsi banten ini,

adalah sangat mungkin sawarna menjadi wisata penuh sampah, dan sangat mungkin pula, sawarna menjadi salah satu contoh per pariwisataan indonesia, jika segalanya terkelola dengan baik,.


Seperti Tersedianya tong sampah yang memadai, termasuk banyaknya unit tong sampah, 
Tugas pengelola wisata adalah  memberikan pengertian kepada setiap penjaja/pedagang untuk tetap menjaga kebersihan, memberikan effek jera kepada pembuang sampah ataupun kepada pelanggar peraturan lain, seperti parkir di bahu jalan, denda kisaran 500rb -1jta rupiah, di buat billboard /spanduk(sejenisnya) tuliskan juga kisaran dendanya,


Lalu sangat penting juga pelaksanaan nya, dimana masyarakat di tuntut menjadi pengawas dan pelaku tata kelola, berikan juga reward kepada masyarakat yang berani melaporkan si pelanggar peraturan, bila perlu berikan juga perlindungan(payung hukum) kepada pelapor, 
penulis meyakini bahwa jika segala unsur dari peraturan di ikuti dengan penuh kesadaran oleh lapisan masyarakat, tentu ini akan menjadi price priority, jalan besar bagi terbukanya wisatawan yang lebih masif lagi,  
Share this article :

Post a Comment

Budayakan berkomentar dengan Baik !

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

komentar facebook